PRINSIP PENETAPAN KADAR DALAM SIMPLISIA

Penetapan Kadar Sari Larut  Etanol Pada Simplisia Buah Tin (Ficus carica L.)


        Bahan baku buah Tin (Ficus carica L.) perlu dilakukan standardisasi sebagai salah satu tahapan dalam pengembangan obat di Indonesia. Standardisasi simplisia buah Tin (Ficus carica L.) dilakukan uji kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol untuk mengetahui jumlah kandungan senyawa dalam simplisia yang dapat tertarik oleh pelarut.

        Buah Tin (Ficus carica L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku tanaman obat yang berasal dari alam. Penetapan kadar sari larut dalam etanol lebih sering digunakan untuk mengetahui atau menentukan persentase bahan baku obat tradisional tersebut dapat larut dalam pelarut organik.

Bagaimana cara penentuan kadar sari larut etanol pada simplisia Buah Tin (Ficus carica L.)

Simak video berikut untuk lebih lengkapnya >.<

https://youtu.be/exb1SSPrufs

note : video saya dapat ditonton dari menit ke 2:13 - 5:36

Komentar

  1. Dari video anda, Pada penetapan kadar sari larut etanol tumbuhan di maserasi selama krg lebih 18-24 jam pada suhu ruang menggunakan pelarut etanol, pertanyaan saya apakah bisa menggunakan pelarut selain etanol? Bagaimana pengaruh yang terjadi jika menggunakan pelarut lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut Jurnal telah saya baca dijelaskan bahwa pemilihan jenis pelarut yang digunakan dalam proses maserasi akan memberikan efektivitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan dari senyawa bahan alam dalam pelarut karena kontak langsung dengan bahan serta waktu yang diperlukan cukup lama, Pada penentuan kadar sari larut air, simplisia ditambahkan kloroform terlebih dahulu yang bertujuan sebagai zat antimikroba. Hal ini karena jika pada saat proses maserasi hanya menggunakan air saja akan merusak simplisianya karena air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroba serta dikhawatirkan bisa terjadi proses hidrolisis sehingga dapat menurunkan mutu dan kualitas dari ekstrak yang akan dihasilkan. Sementara, pada penentuan kadar sari larut etanol tidak perlu ditambahkan kloroform, karena pelarut etanol sudah memiliki sifat zat antimikroba sehingga tidak perlu penambahan kloroform.

      Hapus
  2. Berdasarkan penjelasan pada video anda dijelaskan bahwa proses maserasi tersebut di lakukan secara berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dan di dalam sel, nah yang membuat saya jadi bingung bagaimana cara agar bisa mengetahui bahwa konsentrasi tersebut telah seimbang sedangkan konsentrasi di dalam sel kan tidak dapat di lihat secara langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar dan didalam sel dapat dilihat melalui mikroskop.

      Hapus
  3. Dari video anda di bagian Pada perhitungan kadar sari dalam persen terhadap bahan yang telah dikeringkan. Bisakah dicontohkan perhitungannya tersebut dalam angka agar lebih jelas lagi baik terhadap rumus yang digunakan dan hasil yang di dapatkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumus perhitungan kadar sari larut air dan etanol
      adalah sebagai berikut:
      Kadar sari = berat sari (gr) /berat bahan awal (gr) x 100/20 x 100%

      Misal berat sari simplisia buah tin 5 gr, berat bahan awal 10gr lalu dimaserasi selama 18-24 jam dengan 100 ml etanol untuk kadar sari larut etanol kemudian filtrat diambil sebanyak 20 mL dan diuapkan hingga bobot konstan, selanjutnya hasil kadar sari larut dihitung.

      Kadar Sari larut etanol = 5gr/10gr x 100/20 x 100% = 2,5%
      maka, didapatkan kada sari larut etanol pada simplisia buah tin adalah sebanyak 2,5%

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Paruh Obat

Analisis Persentase Zat

Senyawa Hidrokarbon dalam Obat