PRINSIP PENETAPAN KADAR DALAM SIMPLISIA
Penetapan Kadar Sari Larut
Etanol Pada Simplisia Buah Tin (Ficus
carica L.)
Bahan baku buah Tin (Ficus
carica L.) perlu dilakukan standardisasi sebagai salah satu tahapan dalam
pengembangan obat di Indonesia. Standardisasi simplisia buah Tin (Ficus carica
L.) dilakukan uji kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol untuk
mengetahui jumlah kandungan senyawa dalam simplisia yang dapat tertarik oleh
pelarut.
Buah Tin (Ficus carica L.)
merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku tanaman
obat yang berasal dari alam. Penetapan kadar sari larut dalam etanol lebih
sering digunakan untuk mengetahui atau menentukan persentase bahan baku obat
tradisional tersebut dapat larut dalam pelarut organik.
Bagaimana cara penentuan kadar sari larut etanol pada simplisia
Simak video berikut untuk lebih lengkapnya >.<
note : video saya dapat ditonton dari menit ke 2:13 - 5:36
Dari video anda, Pada penetapan kadar sari larut etanol tumbuhan di maserasi selama krg lebih 18-24 jam pada suhu ruang menggunakan pelarut etanol, pertanyaan saya apakah bisa menggunakan pelarut selain etanol? Bagaimana pengaruh yang terjadi jika menggunakan pelarut lain?
BalasHapusMenurut Jurnal telah saya baca dijelaskan bahwa pemilihan jenis pelarut yang digunakan dalam proses maserasi akan memberikan efektivitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan dari senyawa bahan alam dalam pelarut karena kontak langsung dengan bahan serta waktu yang diperlukan cukup lama, Pada penentuan kadar sari larut air, simplisia ditambahkan kloroform terlebih dahulu yang bertujuan sebagai zat antimikroba. Hal ini karena jika pada saat proses maserasi hanya menggunakan air saja akan merusak simplisianya karena air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroba serta dikhawatirkan bisa terjadi proses hidrolisis sehingga dapat menurunkan mutu dan kualitas dari ekstrak yang akan dihasilkan. Sementara, pada penentuan kadar sari larut etanol tidak perlu ditambahkan kloroform, karena pelarut etanol sudah memiliki sifat zat antimikroba sehingga tidak perlu penambahan kloroform.
HapusBerdasarkan penjelasan pada video anda dijelaskan bahwa proses maserasi tersebut di lakukan secara berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dan di dalam sel, nah yang membuat saya jadi bingung bagaimana cara agar bisa mengetahui bahwa konsentrasi tersebut telah seimbang sedangkan konsentrasi di dalam sel kan tidak dapat di lihat secara langsung
BalasHapusmenurut saya keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar dan didalam sel dapat dilihat melalui mikroskop.
HapusDari video anda di bagian Pada perhitungan kadar sari dalam persen terhadap bahan yang telah dikeringkan. Bisakah dicontohkan perhitungannya tersebut dalam angka agar lebih jelas lagi baik terhadap rumus yang digunakan dan hasil yang di dapatkan?
BalasHapusRumus perhitungan kadar sari larut air dan etanol
Hapusadalah sebagai berikut:
Kadar sari = berat sari (gr) /berat bahan awal (gr) x 100/20 x 100%
Misal berat sari simplisia buah tin 5 gr, berat bahan awal 10gr lalu dimaserasi selama 18-24 jam dengan 100 ml etanol untuk kadar sari larut etanol kemudian filtrat diambil sebanyak 20 mL dan diuapkan hingga bobot konstan, selanjutnya hasil kadar sari larut dihitung.
Kadar Sari larut etanol = 5gr/10gr x 100/20 x 100% = 2,5%
maka, didapatkan kada sari larut etanol pada simplisia buah tin adalah sebanyak 2,5%